HUKUM
PENGAMANAN PEMILU 2014
Selasa, 16 April 2013

PENGAMANAN PEMILU 2014
Polri deteksi ancaman Pemilu (foto: jakarta.go.id)
GRESNEWS.COM - Gong persiapan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden 2014 sudah dibunyikan. Setidaknya di jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pencegahan dan deteksi dini terhadap ancaman keamanan penyelenggaraan Pemilu menjadi fokus jajaran Pimpinan dan anggota Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo, Senin (15/4) memerintahkan langsung jajarannya agar mengoptimalkan pengamanan menjelang penyelenggaraan Pemilu 2014. "Fungsi deteksi dan pencegahan harus kita utamakan. Untuk kegiatan seperti Pilkada, Pemilu, lebih kami optimalkan kepada deteksi dan pencegahan," ungkapnya.
Tensi politik yang diperkirakan akan terus naik membuat Polri harus bersiap secara optimal, demi menjaga kelancaran agenda lima tahunan tersebut. Kapolri pun memerintahkan satuan kewilayahan, seperti Polres dan satuan-satuan operasional lainnya untuk memahami aturan dan kegiatan, baik Pemilu Legislatif maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. "Kami harus tahu aturan mainnya. Itulah yang sekarang kami harus lakukan, langkah-langkah pelatihan termasuk nanti ada apel Kapolres. Apel salah satunya ya itu materinya," jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri yang baru saja dilantik, Irjen Pol Suparni Parto berharap dapat bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2014. Melihat KPU, Bawaslu, dan Partai Politik yang kondusif, dia meyakini pengamanan Pemilu akan menjadi lebih mudah. "KPU, Bawaslu, dengan parpol sekarang kan kondusif. Kami bisa kerja sama," katanya
Terkait sejumlah daerah yang memerlukan pengamanan ekstra, Suparni menyatakan Polri telah memiliki daftar daerah yang menjadi prioritas. Menurutnya, fungsi intelijen yang kini dibawahinya harus dapat memberi masukan kepada Pimpinan Polri guna memutuskan tindakan-tindakan yang harus dilakukan. "Mudah-mudahan saja persoalan-persoalan itu, dengan masukan kami para intelijen, bisa menghasilkan solusi atas segala permasalahan yang terjadi," tegas Suparni.
Sedangkan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman menyatakan, langkah dalam pengamanan Pemilu 2014 memang sudah berjalan. "KPU sudah membuat MoU dengan Polri tentang pengamanan itu, jadi segala sesuatu terkait dengan pengamanan pemilu akan kita bicarakan bersama," katanya saat dihubungi wartawan. Arif menambahkan, sejauh ini situasi masih kondusif, termasuk daerah-daerah yang selama ini dianggap rawan, seperti Aceh dan Papua." (LAN/GN-02)



BERITA HUKUM LAINNYA
Lihat Berita Lainnya »