Minggu, 1 Agu 2010
Wilayah Tingginambut Masih Rawan
Sabtu, 31 Juli 2010
Jayapura [PAPOS] -Wilayah Distrik Tiginambut, Kabupaten Puncak Jaya, hingga kini masih rawan penyerangan oleh kelompok bersenjata yang tidak dikenal.
Halini diungkapkan Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe, di Jayapura, Jumat,t erkait penyerangan dengan membakar sebuah mobil pada tiga hari lalu.
\"Biasanya mobil yang masuk ke Puncak Jaya dari Wamena sekitar 20 sampai 30 mobil, untuk lewat jalur ini,\" katanya.
Ia menambahkan, penyerangan sebelumnya terjadi pada 4 mobil yang melintas dengan tujuan Wamena, namun tiba di Tingginambut mereka dihadang tembakan dari kelompok sipil bersenjata.
\"Mungkin mereka yang lewat merasa yakin, akan tetapi sebenarnya sangat bahaya,\" katanya.
Enembe mengakui, dalam mengendalikan wilayah ini, kemampuan TNI dan polisi sangat kuat, namun medan dan alam di sana \"dikuasai\" kelompok tak dikenal ini.
Untukmengejar para pengacau keamanan di wilayah Tingginambut, Lukas mengatakan perlu ada perencanaan yang baik, termasuk jika ingin melakukan pengejaran, karena kelompok ini menguasai alam di Tiginambut.
Dia mengatakan, kalau hanya aparat menjaga di sepanjang jalan, tidak akan menyelesaiakan masalah.
Terkait kasus-kasus penyerangan di Tiginambut, Pemerintah Daerah KabupatenPuncak Jaya telah memperpanjang imbauan dan ultimatum. Yakni meminta kelompok bersenjata di hutan untuk menyerahkan diri dan kembali membangun daerah.
\"Semua pendekatan sudah dan akan terus kami lakukan, bahkan berupa imbauan,akan tetapi ini menyangkut idiologi yang sudah tertanam puluhan tahun,\"ungkap Enembe, yang juga Ketua Partai Demokrat Provinsi Papua.
Daerah Puncak Jaya, kata dia, memang selalu terjadi penyerangan, baik bagi masyarakat maupun aparat keamanan di sana dalam beberepa tahun terakhir.
\"Kelompokini ada yang berjuang untuk kemerdekaan, tetapi ada juga yang ikut karena gagal jadi anggota dewan atau bupati, termasuk ada yang dendam karena perang antarsuku,\" katanya.
Sementaraitu, Danrem 172/PYJ, Kolonel TNI. Daniel Ambat saat acara pertemuan dengan para wartawan di Aula Korem 172/PYJ, Kamis (29/7) lalu mengatakan, bahwa kondisi keamanan wilayah Papua masih termasuk kondusif dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Menyangkut adanya serangan pihak sipil bersenjata di Tingginambut menurutnya adalah merupakan tindakan perampokan, sama seperti yang terjadi dikota-kota besar di Indonesia.
“Aksi-aksi itu sama halnya seperti aksi perampokan yang terjadi dikota besar. Mereka merampok dengan memakai senjata,” katanya seraya menambahkan kalau masalah keamanan di Papua cukup aman. [ant/agi- ngutip : papos .com ]
Sep
10
Jalur Pejagan-Brebes Masih Macet
Sep
10
Pemudik Masih Melintas di Jalur Nagreg
Sep
10
Bacakan Duit, Lebaran Tetap Istimewa
Sep
10
Warga Nunukan Shalat Ied di jalan Raya
Sep
10
Jamaah Shalat Id di Jalan Raya
Pertanyaan:
pak,pendaftaran scaba wil sumsel kira-kira kapan ya?
Jawaban:
_9 maret dan 4 oktober