Jumat
Sep
10

Ragam Info

Selasa, 9 Feb 2010


09 Pebruari 2010 06:55:22

Buntut Kasus Pembunuhan, 3 Rumah Dibakar



4 Rumah Lainnya Turut Dirusak

SENTANI-Kasus pembunuhan yang berbuntut pada pembakaran dan pengrusakan rumah terjadi di Yahim, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura.
Pembunuhan itu menimpa seorang petani bernama Willy Aud (32) warga Yahim, sedangkan pelakunya adalah seorang pemuda pengangguran berinisial RI (19) yang juga warga Yahim.
Dalam kasus yang terjadi di Jalan Kebun, Yahim, Minggu malam (7/2) sekitar pukul 19.30 WIT ini, korban langsung tewas di tempat kejadian perkara (TKP) karena mengalami luka parah, yaitu lengan kanannya nyaris putus akibat dibacok dengan parang oleh pelaku.
Setelah kejadian itu, aparat kepolisian dari Polres Jayapura dan Polsek Sentani Kota langsung bekerja keras untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan itu dan pada pagi harinya, Senin (8/2) sekitar pukul 07.30 WIT, pelakunya berhasil ditangkap dan langsung diamankan di Mapolres Jayapura.
Satu jam berikutnya atau sekitar pukul 08.30 WIT, keluarga korban yang tak terima dengan kasus pembunuhan ini kemudian datang ke lokasi kejadian dan melakukan pembakaran dan pengrusakan terhadap rumah-rumah yang diduga milik keluarga pelaku. Akibatnya, 3 rumah ludes terbakar, 4 rumah rusak dan ratusan tanaman pohon pinang dan tanaman lainnya turut ditebang dan dirusak.
Untungnya, para keluarga pelaku itu memilih menghindari terjadinya bentrokan itu dengan cara mengungsi. Mereka baru kembali dan melihat kondisi rumahnya setelah para pelaku pengrusakan telah bubar.
Kapolres Jayapura AKBP Mathius D. Fakhiri,SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Ridwan saat dikonfirmasi di TKP mengatakan, kasus yang terjadi Minggu malam (7/2) sekitar pukul 19.30 WIT ini bermula ketika istri dari saksi Kores Felle, bernama Hesti Yoku pulang dari kota menuju rumahnya. Sekitar 20 meter sebelum sampai di rumahnya, ia dicegat oleh Willy Aud dan dua orang teman lainnya yang diduga dalam keadaan mabuk, kemudian mereka menaruh parang di leher Hesti.
Saat itu, Hesti langsung panik dan berteriak minta tolong kepada suaminya. Pada saat itu pula, Kores bersama adik iparnya berinisial RI (19) keluar dari rumah dan mendatangi istrinya.
Melihat ada orang datang, ketiga orang yang diduga mabuk itu langsung lari, namun dikejar oleh RI dan berhasil menangkap Willy Aud yang saat itu larinya tidak terkontrol dan terjatuh.
Selanjutnya, RI menganiaya Willy Aud dan mengayunkan parang yang dibawanya itu hingga mengenai bahu kanan korban hingga lengan kanannya nyaris terputus. Karena kesakitan, korban berteriak minta tolong. Warga di sekitar TKP yang mendengar teriakan itu kemudian mendatangi TKP dan mendapati korban sudah tidak bernyawa lagi. Sedangkan RI langsung lari meninggalkan korban.
"Kami mendapatkan laporan dari salah seorang warga bahwa ada orang meninggal sehingga kami turun langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi," kata Kapolres.
Malam itu, penyidik mengalami kesulitan untuk mengungkapkan pelaku, namun berkat kecerdikan penyidik Polres Jayapura dan Polres Sentani Kota, identitas pelaku pembunuhan akhirnya diketahui dan pada pagi harinya sekitar pukul 07.30 WIT, penyidik menjemput tersangka di kediamannya.
Awal pemeriksaan, pelaku tidak mengakui perbuatannya, namun akhirnya pelaku mengakui perbuatannya dan langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Jayapura untuk diproses lebih lanjut.
Sementara itu, buntut dari kasus pembunuhan itu, keluarga korban tidak terima dan sekitar pukul 08.30 WIT datang ke TKP dan melakukan pembakaran dan pengrusakan terhadap rumah-rumah yang diduga milik keluarga tersangka. Akibatnya, 3 rumah hangus terbakar, 4 rumah rusak dan ratusan tanaman pohon pinang dan tanaman lainnya turut ditebang dan dirusak.
“Untungnya, keluarga tersangka memilih menghindari bentrokan itu, dan baru kembali melihat kondisi rumahnya setelah para pelaku pengrusakan telah bubar,” papar Kapolres.
Belajar dari kasus tersebut, Kapolres menilai warga belum pintar dalam memilah persoalan, karena tidak melihat dari akar masalah kenapa hal itu terjadi. Mereka hanya terpaku pada korban yang meninggal, sehingga datang melakukan pembakaran rumah dan pengrusakan.
"Akar masalahnya kan awalnya korban memegang istrinya orang, yakni Hesti Yoku, apalagi korban juga dipengaruhi minuman keras (Miras). Hal ini jelas membuat keluarga Hesti Yoku marah, sehingga menyebabkan menganiaya korban yang akhirnya meninggal dunia itu," tandasnya.
Dalam menangani kasus ini, kata Kapolres, akan dipilah sesuai permasalahannya supaya ada keseimbangan. Dimana, selain kasus pembunuhan diproses hukum, tapi kasus pemalakan, termasuk kasus pembakaran dan pengrusakan rumah juga akan diproses hukum juga. Termasuk bila ditemukan kasus pengroyokan dan penganiayaan dalam kasus itu.
"Jadi saya minta warga dari Gunung agar menyerahkan dua orang saksi lainnya yang turut terlibat dalam aksi pemalakan itu. Kami akan selidiki dan tangkap siapa yang merupakan otak dari pengrusakan rumah itu," tutur Kapolres.
Dengan penanganan kasus secara seimbang itu, diharapkan menjadi pembelajaran bagi warga untuk tidak main hakim sendiiri, sebab ada aturan di negara ini, sehingga atuaran adat tidak boleh dipaksakan ke dalam hukum negara.
"Saya minta masyarakat tidak boleh balas membalas tapi kita serahkan ke proses hukum," himbaunya. (nls/fud) (scorpions)( ngutip :cepos com)

 
 

 

RAGAM INFO LAIN:

Sep

10

PESTA KEMBANG API DI MAKASSAR

Kembang Api Bikin Pantai Losari Makassar Macet

Sep

10

GUBERNUR JABAR UNDANG WARGA LEBARAN KE RUMAS DINASNYA

Gubernur Undang Warga ke Rumah Dinasnya

Sep

10

KAHTIB IDUL FITRI

Al Yasa’ Abubakar Khatib Idul Fitri di Blangpadang

Sep

10

FESTIVAL MERIAM DIWARNAI PERKELAHIAN

Festival Meriam Pontianak Diwarnai Perkelahian

Sep

10

KENDARAAN DI GERBANG TOL CILEUNYI MENINGKAT

Kendaraan di Gerbang Tol Cileunyi Meningkat

Alexa Certified Site Stats for komisikepolisianindonesia.com

Copyright © 2007 - 2009

Komisi Kepolisian Indonesia

Site by Funethic

Kirimkan Suara Anda ke:

 

komisikepolisianindonesia [at] yahoo
[dot] com
atau
Komisi Kepolisian Indonesia Office
Jl. Mampang Prapatan No.100
Jakarta 12760
telephone : 021 797 2672

*hanya surat suara anda yang telah disetujui
kami, yang akan ditampilkan dalam situs ini