Bambang Soesatyo:Denny Indrayana Seperti Jendral Bintang Enam
Laporan: tribunnews.com
Sabtu, 31 Juli 2010 | 20:18 WITA
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Politisi Partai Golkar ini, tak merasasungkan mengkritik Denny Indrayana sebagai Sekertaris Satgas MafiaHukum seperti orang yang memiliki super bodi. Bahkan, Bambang yang jugasalah seorang anggota Komisi III DPR --membidangi masalah hukum dan HAMini--- kemudian menyindir Denny yang juga menjabat sebagai staf khususpresiden bidang hukum ini seperti seorang jendral berbintang enam.
Bukan tidak mungkin, suatu saat Satgas menjadi sebuah lembagamafia baru yang menakut- nakuti lembaga yang sudah ada. Bahkan, bisamerusak sistem. Kita mendorong Satgas ini harus didorong untukdibubarkan, karena sudah tidak ada gunanya. Saya menduga, Denny sudahkehilangan idealismenya. Berkoar-koar di media, seperti seorang jendralbintang enam," kata Bambang Soesatyo, kepada para wartawan di HotelKartika Candra, Sabtu (31/7.
Bambang mengaku khawatir, Satgas hanya menimbulkan friksi-friksi dikalangan penegak hukum. Bahkan, Bambang mengaku, saat rapat dengarpendapat di DPR, ia sudah meminta kepada kepala PPATK, Yunus Huseinuntuk segera keluar dari Satgas Mafia Hukum. Negara, tagas Bambang,membayar Yunus Husein bekerja di PPATK, bukan untuk bekerja sambilan ditempat lain, sebagai anggota Satgas Mafia Hukum. Begitu juga yang darikepolisian dan Kejaksaan Agung akan diminta melalui Komisi III untukmundur dari Satgas Mafia Hukum.
"Dalam undang-undang PPATK menjelaskan, bahwa ketua PPATK harusberhenti ketika dia merangkap jabatan atau mengerjakan pekerjaan lain. Pertanyaannya adalah, kenapa dia (Yunus Hussein) ngotot di Satgas MafiaHukum? Saya juga menduga ada ambisi-ambisi tersembunyi dalam Satgas iniuntuk mengejar target-target posisi ke depan. Ini yang harusdihentikan," tandas Bambang.
Bambang kembali menyindir Denny Indrayana yang seolah-olah menjadipahlawan saat menangkap Gayus Tambunan dan kasus yang dialami olehmantan Kabareskrim Susno Duaji. Dengan mencoba mengeluarkan opini-opinibaru untuk mengalahkan opini-opini yang sedang berkembang.
"Misalnya seolah-olah menghilangkan kasus Bank Century. Lalu, kita tahusemua saat Susno Suaji memblow up kasus, kemudian Gayus disuruh kaburke Singapura, seolah-olah dia yang menangkap. Saya dapat informasidari kepolisian, itu adalah kamuflase, yang menangkap adalah pihakkepolisian, bukan Satgas. Satgas sengaja diciptakan sebagai lembagaluar biasa yang menghalahkan KPK, dan mengalahkan yang lainnya," ujarBambang.
"Jadi, kalau diurut bintang, saudara Denny ini sudah jendral bintangenam. Satgas ini kan ada beberapa orang, tapi yang selalu nampakadalah saudara Denny yang terkesan ingin mengejar popularitas Dennymengejar popularitas, mengorbankan pihak lain," Bambang menambahkan.
Ahmad Yani, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai PersatuanPembangunan kemudian menegaskan penyataan Bambang Soesatyo. Dalamtatanan hukum tata negara dan adminstrasi negara, pola kerja SatgasMafia Hukum sudah tidak dapat dibenarkan lagi.
"Bahkan sejak awal. Misalnya, kalaupun Kepolisian ada kesalahan, yangberwenang menegur adalah presiden. Presiden bisa memanggil, bahkan bisamemberhentikan Kapolri. Tapi yang menyampaikan malah Denny Indrayana.Apa kapasitasnya sehingga ia harus menyampaikannya kepada publik denganmenegur kepolisian (terkait pengungkapan rekening gendut pati Polri),"kecam Ahmad Yani.(*)