SEKILAS KRIMINALITAS
DERITA MAHASISWA JADI KORBAN MERUYA
Jumat, 29 November 2013

Derita mahasiswa jadi korban jawara Meruya

Reporter : Al Amin, Mardani | Jumat, 29 November 2013 06:01
0



5 Derita mahasiswa jadi korban jawara Meruya
Korban penganiayaan preman Meruya. 2013 Merdeka.com/Al Amin

Merdeka.com - Sungguh nahas nasib Widya Pratna (22). Mahasiswa salah satu kampus swasta di Jakarta Selatan itu untuk sementara waktu tak bisa bepergian kemana-mana karena luka yang dideritanya.

Pemuda yang biasa disapa Bodong itu dianiaya oleh dua jawara Meruya Selatan di Jalan H Juhri, Kompleks Pajak RT 006/08 Meruya Selatan Jakarta Barat pada tanggal 25 November 2013 lalu. Kedua jawara itu adalah Hasanudin alias Pelor (40) dan Edi Sarwono alias Edi (37).

"Motif pelaku kesal karena korban membawa anaknya ke Puncak Bogor," kata Kepala Polsek Kembangan Komisaris Polisi Heru Agus di Jakarta, Rabu (27/11).

Namun, pengakuan Pelor tersebut dibantah oleh korban. Dia mengaku justru diminta oleh anak pelaku, Alan, untuk menyopiri mobil sewaan ke puncak. Dia mengatakan berangkat ke Puncak bersama Alan dan tujuh orang lainnya, Minggu (23/11) sore sekitar pukul 17.00 WIB dan kembali ke Jakarta keesokan harinya, Senin (24/11) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

"Minum (miras) dari mana, duitnya saja sudah ngepas buat nyewa mobil, bayar vila, tol, makan. Itu saja saya gak ikut patungan," ujar Widya kepada merdeka.com, saat ditemui di rumahnya di Jl H Merlin RT 3 RW 4, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (28/11).

Tidak terima dianiaya oleh dua jawara tersebut, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kembangan. Pada malam hari setelah kejadian, petugas kepolisian menangkap kedua pelaku di rumahnya.

Meski pelaku saat ini sudah ditangkap, korban tetap saja masih mengalami penderitaan. Sebab, saat kejadian, pelaku dengan keji menyiksanya.
BERITA SEKILAS KRIMINALITAS LAINNYA
Lihat Berita Lainnya »