UMUM
FITRA MINTA WASPADAI BANK JATENG AGAR TAK JADI BANCAKAN JELANG PILGUB
Jumat, 26 April 2013

Fitra Minta Waspadai Bank Jateng Agar Tak Jadi Bancakan Jelang Pilgub
Jumat, 26 April 2013 , 15:23:00 WIB

DPRD dan publik di Jawa Tengah diingatkan untuk segera mengawasi terhadap kesepakatan diam-diam mengucuri Bank Jawa Tengah dengan dana triliunan rupiah yang tepat dilakukan sebelum pemilihan gubernur dilakukan.

Demikian disampaikan Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, terkait Pilgub 2013. Dalam hal ini, pemerintah Provinsi Jateng mengambil sebuah keputusan strategis yakni berencana menyuntikan modal ke Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah senilai Rp1,5 triliun.

"Kesepakatan demikian rawan terhadap menjamurnya kredit macet yang ujungnya merugikan masyarakat pembayar pajak," ungkap Uchok beberapa saat lalu (Jumat, 26/4).

Menurut Uchok, kesepakatan antara Pemerintah Provinsi dengan 35 Pemerintah kabupaten/kota di Jateng adalah mengenai  modal dasar Bank Jateng ditetapkan sebesar Rp 1,5 Triliun. Dan masalah modal dasar inilah yang diperkuat dengan Keputusan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Jateng yang digelar pada 15 Januari 2013 lalu.

Tercatat pada tahun 2011, simpanan nasabah bank itu sebesar Rp19,3 Triliun, dan pada tahun 2012 naik menjadi Rp 25,7 Triliun. Simpanan nasabah itu, oleh Bank Jateng dikreditkan kepada debitor sebesar Rp 13,6 Triliun pada tahun 2011, dan sebesar Rp 15 Triliun untuk tahun 2012. Namun yang harus dicatat adalah kredit yang diberikan Bank Jateng kemacetannya cukup besar, dan setiap tahun selalu meningkat.

Berdasarkan data Fitra, pada tahun 2008, kredit macet dan bermasalah sebesar Rp20,7 miliar, pada tahun 2009 naik jadi Rp 33 miliar, pada 2010 menjadi Rp 62,9 Miliar, pada tahun 2011 menjadi Rp 141,2 Miliar, dan pada tahun 2012 lalu menjadi Rp 158,5 Miliar.

"Makanya publik juga perlu mengawasi kredit macet dan bermasalah pada Bank Jateng yang setiap tahun selalu meningkat.
"Jangan terulang lagi seperti yang pernah dilakukan oleh Bank Jateng kantor cabang Koordinator Semarang atas pemberian kredit proyek kepada empat debitur senilai Rp 1,8 miliar untuk proyek pemerintah. Dan ternyata, proyek pemerintah tersebut tidak ada dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran pemerintah kota semarang tahun 2011 alias bodong," tegas Uchok.

Terkait pilgub Jateng yang akan dilaksanakan, menurut Uchok, bisa saja pendukung kandidat gubernur tertentu dari kalangan pengusaha mengunakan modus seperti di atas. Karena itu ia mendesak DPRD seluruh Jateng dan publik harus mengawasi kredit yang diberikan Bank Jateng kepada debitor.

"kalau tidak, bisa-bisa uang publik yang disimpan di Bank Jateng sebesar Rp 25,7 Triliun untuk tahun 2012  secara pelan-pelan menguap sebagai harga yang harus dibayar karena membiarkan kesepakatan diam-diam pejabat," katanya. [ysa]

(dikutip dari Rakyat Merdeka/kki-wied)


BERITA UMUM LAINNYA
Lihat Berita Lainnya »
SUARA RAKYAT
P : Ijin pak?Terimakasih sebelumya.Untuk pendaftaran scaba polri gelombang 2 tahun 2010 untuk polda jambi ada tidak ?Dan kalo tidak ada apakah polda daerah yg lain ada?Apakah semua polda indonesia tidak sama jadwal penerimaannya pak?
J : _maret 20 11